Kepribadian Introvert dalam Novel KMB: Pria Biasa yang Kusebut Ayah

Kepribadian Introvert dalam Novel  Pria Biasa yang Kusebut Ayah

Sebelum melangkah lebih jauh tentang novelnya, mari kita telaah apa itu kepribadian introvert? Barangkali dengan adanya akses internet seperti sekarang ini, beberapa istilah yang tadinya asing kini menjadi lebih sering terdengar. Dahulu, orang tidak paham apa itu introvert. Sekarang? Mungkin orang mendengarnya, tapi tak paham artinya. Sebaliknya pun bisa, mendengar dan paham artinya. 

Saya di sini bukan memaparkan arti kepribadian introvert sebagai ahli kepribadian atau psikolog dan sebagainya. Namun, saya mengambil sudut pandang pembaca dan sebagai orang yang mengalami. Sebelumnya, saya tidak paham apa itu introvert karena bacaan tentang hal ini belum sampai di saya. Namun demikian, jika saya menelisik dari kejadian sehari-hari, bertemu dengan banyak orang, tentu saya sudah banyak menemui orang dengan macam-macam kepribadian, termasuk salah satunya introvert. 


Ciri-ciri Kepribadian Introvert

Beberapa orang menyalahartikan kepribadian introvert dengan istilah pemalu atau tidak percaya diri. Hei…hei…banyak loh orang-orang sekitar saya yang introvert tapi punya rasa percaya diri yang tinggi dan tidak pemalu. Orang introvert memang cenderung lebih pendiam daripada orang-orang ekstrovert, tapi bukan tidak bisa bergaul atau bersosialisasi. For your information, artis-artis di televisi yang sering kita lihat yang barangkali mereka terlihat ceria, banyak bicara dengan mata yang berbinar-binar, diantaranya sebenarnya introvert loh. Ini artinya, introvert tidak berarti sama dengan tidak percaya diri atau pemalu.


Selain itu, orang introvert juga dikelompokkan lagi dalam dua jenis, melankolis dan plegmatis dengan ciri yang berbeda. Masing-masing punya kekurangan dan kelebihan. Ciri introvert melankolis diantaranya, analitis, pemikir, perfeksionis, semua harus serba rapi, saking pemikirnya sering menunda keputusan karena banyak menimbang-nimbang, setia, serius, teratur dan lain sebagainya,


Introvert plegmatis biasanya pecinta damai, menghindari konflik, peka dengan perasaan orang, tidak terencana, cenderung lebih suka mendadak dalam merencanakan sesuatu, humoris, lambat dalam pengambilan keputusan, tenang, senang menunda-nunda pekerjaan dan lain sebagainya.


Persamaan orang-orang introvert biasanya lebih senang berada di rumah, punya space sendiri, tetapi bukan berarti dia tak mau dan tak bisa bersosialisasi. Tentu bisa, hanya saja ada waktunya mereka keluar untuk bersosialisasi dan ada waktunya mencharge energi setelah bersosialisasi. Bagi kebanyakan orang introvert, terlalu sering bersosialisasi sering menghisap energinya sehingga tubuhnya terasa sangat lelah. Berkebalikan dengan orang-orang ekstrovert yang sangat bersemangat ketika bersosialisasi karena energi mereka semakin meningkat saat bertemu banyak orang.  


Kepribadian Introvert dalam Novel Pria Biasa yang Kusebut Ayah


Dalam novel saya di KMB, berjudul “Pria Biasa yang Kusebut Ayah”, pada bab 1 dengan sub judul “Ayahku Introvert” :

Ayahku seperti gula yang dikerubungi semut. Dimanapun ia berada, selalu dikelilingi teman-teman yang banyak. Mereka bisa berjam-jam duduk, tertawa-tawa, berbincang-bincang hingga kopi panas di gelas menjadi dingin dan habis paling belakangan.

Sebaliknya, ayah jarang berbicara di rumah. Ia lebih suka duduk di depan TV daripada mengajak kami berbincang-bincang. Ia tak akan sadar siapa saja yang lewat di depannya, ataupun memperhatikan gambar-gambar dan suara yang muncul di TV karena pikirannya bukan di rumah ini. Seandainya bisa sebentar saja kuintip isi otaknya, maka aku tak akan banyak bertanya-tanya apa yang sedang dipikirkan ayah. Lama-lama aku berpikir ayahku ini seorang introvert, walau di luar sana tampak seperti ekstrovert.

Saya memang menggambarkan tokoh ayah sebagai seseorang yang introvert. Ia pendiam, tidak banyak bicara dengan anak-anaknya, barangkali terkesan cuek tapi sangat peka dengan perasaan anak-anaknya. Tanpa anak-anaknya berbicara, ia tahu kapan anaknya merasa sedih dan kapan bahagia. Saat anak-anaknya sedih, walau tanpa pernah mengungkapkannya, ia dapat merasakannya dan menghiburnya.


Namun demikian,walau tokoh ayah memiliki kepribadian introvert tetapi cukup memiliki banyak teman. Ia lebih suka menjadi pendengar diantara teman-temannya dan hanya berbicara ketika diminta saja. 


Kira-kira, bisakah menebak kepribadian introvert melankolis ataukah plegmatis tokoh ayah di dalam novel “Pria Biasa yang Kusebut Ayah?”


Sumber gambar: freepik


Komentar

Postingan Populer